Bentuk Ulang Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan


1. Bentuk ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung di antara unsur-unsurnya.

Misalnya:
anak-anak
mata-mata
berjalan-jalan
menulis-nulis
biri-biri
mondar-mandir
buku-buku
ramah-tamah
hati-hati
sayur-mayur
kuda-kuda
serba-serbi
kupu-kupu
terus-menerus
lauk-pauk
tukar-menukar

Catatan:
(1) Bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan mengulang unsur pertama saja.

Misalnya:
surat kabar → surat-surat kabar
kapal barang → kapal-kapal barang
rak buku → rak-rak buku

(2) Bentuk ulang gabungan kata yang unsur keduanya adjektiva ditulis dengan mengulang unsur pertama atau unsur keduanya dengan makna yang berbeda.

Misalnya:
orang besar → orang-orang besar
orang besar-besar
gedung tinggi → gedung-gedung tinggi
gedung tinggi-tinggi

2. Awalan dan akhiran ditulis serangkai dengan bentuk ulang.

Misalnya:
kekanak-kanakan
perundang-undangan
melambai-lambaikan
dibesar-besarkan
memata-matai

Catatan:
Angka 2 dapat digunakan dalam penulisan bentuk ulang untuk keperluan khusus, seperti dalam pembuatan catatan rapat atau kuliah.

Misalnya:
Pemerintah sedang mempersiapkan rancangan undang2 baru.
Kami mengundang orang2 yang berminat saja.
Mereka me-lihat2 pameran.
Yang ditampilkan dalam pameran itu adalah buku2 terbitan Jakarta.
Bajunya ke-merah2 –an

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bentuk Ulang Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan"

Posting Komentar